• MAHASISWA MALAYSIA BERLATIH MENGAJAR DI SMK 4

    Gambar ilustrasi www.cnnindonesia.com
    SEMARANG- Sembilan mahasiswi asal Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menjalani magang internasional dengan mengajar di SMK 6 dan SMK 4 Semarang. Ke-9 mahasiswi yang akan mengajar selama sekitar sebulan tersebut, merupakan peserta program kerja sama internasional dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).
    ‘’Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antar dua universitas yang diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi mahasiswi Malaysia untuk berinteraksi langsung dengan siswa di Indonesia.
    Sebab, dari beberapa kali pertemuan kami dengan universitas di Malaysia, khususnya di bidang pendidikan, persoalan yang dihadapi juga tak jauh berbeda,’’ jelas Rektor UPGRIS, Muhdi saat acara penerimaan mahasiswi di kampus tersebut, Jumat (9/2).
    Ia menjelaskan, apa yang menjadi bentuk kemitraan antara UTM dengan UPGRIS tak sebatas pada latihan mengajar (magang). Tetapi juga dalam bentuk lainnya.
    “Ada cukup banyak hal yang selama ini telah kami laksanakan bersama UTM. Di antaranya program penelitian. Untuk UPGRIS ke UTM pada 2018 ini memasuki tahun ke tujuh. Rencananya pada Agustus 2018 mendatang kami kirim mahasiswa ke UTM,” imbuh dia.
    Senior Lecturer Departement of Educational Foundation and Social Science UTM, Zainudin Abu Bakar mengatakan, para mahasiswi asing ini bakal dibagi menjadi dua kelompok, mulai 9 Februari hingga 6 Maret 2018. Satu kelompok terdiri atas tiga mahasiswi itu bakal magang latihan mengajar di SMK 4 Semarang. Kemudian 6 mahasiswi lainnya di SMK 6 Semarang.
    ‘’Kerja sama kemitraan antara UTM ini telah berlangsung dalam 7 tahun terakhir. Tetapi untuk UTM, ini yang kelima kami bawa mahasiswi untuk latihan mengajar di sini, bersama UPGRIS. Dua tahun terakhir lalu, sempat kosong karena suatu kendala tertentu dan akhirnya bisa dijalankan lagi di tahun ini,” kata Abu.
    Ia menambahkan, ada cukup banyak hal yang menjadi tujuan pihaknya menjalankan program magang internasional bersama UPGRIS. Satu di antaranya adalah untuk meningkatkan kemahiran mereka dalam mengajar.
    “Bukan hanya metode pengajaran, tetapi juga beragam pengalaman mereka saat mengajar di luar negaranya. Dari yang peroleh di sini, nanti bisa diimplementasikan dan diaplikasikan di Malaysia. Bahkan diturunkan ke mahasiswa di bawah angkatan mereka,” ucap dia. (G2-57)

    Sumber: suaramerdeka.com

  • Powered by Blogger.